NU-Care LazisNU sebagai lembaga sosial, berupaya terus meningkatkan peran sosialnya di
tengah-tengah masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan bimbingan dan membekali anggotanya tentang fiqih pengetahuan zakat serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Untuk itulah NU-Care LazisNU menggelar
Madrasah Amil. Madrasah Amil tersebut digelar di Gedung Sekretariat PC
NU Kabupaten Sorong, Jalan Wortel Malasom, Senin, 05 April 2021. peserta adalah anggota Nu-Care
LazisNU dan perwakilan beberapa takmir masjid yang ada di sekitar Gedung Sekretariat
PC. Kegiatan ini sebenarnya sudah lama digagas untuk membekali anggota lazisnu terkait
fiqih serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.Pelaksanaan madrasah amil ini menghadirkan nara sumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni bapak Drs. Gatot Purnomo. Beliau adalah ketua Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Sorong. Beliau hadir di damping oleh wakil ketua bidang pendistribusian BAZNAS yaitu bapak ustadz Syamsul Hadi.
Selain itu kami juga menghadirkan nara sumber dari pondok pesantren Al-Hikmah Annahdliyah, yaitu bapak Kyai Misri. Beliau adalah pimpinan pondok pesantren Al-Hikmah Annahdliyah yang tentunya beliau adalah pakar dalam fiqih zakat.
Menurut Parluji, S.Pd, M.Pd , kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membimbing dan membekali peserta anggota NU-Care LazisNU tentang fiqih serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Sebab hampir keseluruhan pengurus dan anggota NU-Care LazisNU bukan dari jebolan pondok pesantren maupun sekolah keagamaan, tentunya perlu bimbingan pengetahuan tentang fiqih zakat. Selain peserta adalah pengurus NU-Care LazisNU, juga ada JPZIS (takmir masjid yang selama ini juga merupakan UPZ yang ada di Kabupaten Sorong). Sehingga dengan madrasah amil tersebut diharapkan peserta dapat memahami tugasnya, termasuk cara mengelola dan mendorong masyarakat untuk sadar zakat.
Beliau juga (Ketua NU-Care
LazisNU) sangat berharap agar nanti NU-Care LazisNU benar-benar dapat optimal
dalam menjalankan amanah sehingga memperoleh trust dari masyarakat dan tentunya
juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga menyatakan bahwa
mengelola zakat, infak dan sedekah adalah pekerjaan yang sangat mulia,
pekerjaan membantu dua pihak sekaligus, yaitu muzaqi (wajib zakat) dan mustahik
(penerima zakat). Bagi para muzaqi, NU-Care LazisNU membantu dan mempermudahkan
mereka untuk mengeluarkan kewajibannya yaitu mengambil zakat, infaq, sedekah
dan sebagainya untuk disampaikan kepada yang berhak (mustahik). Bagi mustahik tentunya
membantu 'membahagiakan' mereka, karena hak mereka telah tersampaikan dengan
baik.
Parluji menegaskan bahwa potensi
zakat, infak dan sedekah yang ada di Kabupaten Sorong sangatlah besar. Sehingga
menjadi tantangan besar NU-Care LazisNU untuk memberikan pencerahan kepada
masyarakat tentang sadar berzakat dan menyalurkan zakat lewat NU-Care LazisNU.
#SADAR BERZAKAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar